Prasangka semangka

Si Ibu bukan tokoh sebenarnya, Penjual Semangka bukan tokoh sebenarnya, saya bukan tokoh sebenarnya, semangka tokoh sebenarnya…harga semangka bukan harga sebenarnya.

“Berapaan semangkanya Bang?” Saya datang hampir bersamaan dengan si Ibu yang langsung bertanya kepada Penjual Semangka di pinggir jalan.

“Dua ribu sekilonya Buk.” Continue reading “Prasangka semangka”

Advertisements

Di Sela Bibir

Di sela-sela bibir
ada bincang-bincang
mereka di belakang
ada yang mencibir

Di sela-sela kantuk
ada pura-pura
ada pura-pura
di sela-sela batuk

Di antara duduk bersila
di antara benar-benar
aku yang benar
ada sela-menyela

Di sela-sela telinga
ada bisik-bisik
pirik-memirik
dengan kata-kata

Di sela-sela kita
ada hiruk pikuk
mereka merusuk
di antara tulang dada

Di sela-sela kalimat
ada pesan-pesan
ada bualan-bualan
apa yang didapat

Di sela-sela dusta
ada cerita
benar-benar ada
ada dusta-dusta

Di sela-sela waktu
ada yang tertinggal
di atas kapal-kapal
bilangan waktu berlalu

Di sela-sela nya
perlu tak perlu
tentu tak tentu
tentu saja

Di sela-sela siang dan malam
tak perlu
tak tentu
hilang dan tenggelam

Di sela-sela dulu nanti

ada kini

 

 

.