(Hanya)

Di suatu masa, hiduplah seorang pemuda. Pemuda tersebut mempunyai seorang pujaan hati dan telah berniat dalam waktu dekat untuk melamar kemudian menikahinya. Selama ini hubungan mereka berjalan dengan baik, tidak pernah satu kalipun mereka bertengkar ataupun bersedih.

 

Suatu waktu sebelum menyampaikan niatnya, pemuda tersebut ditugaskan oleh atasannya berangkat ke negeri lain untuk mengurus barang dagang dan beberapa urusan dagang lainnya sebagai wakil atasannya tersebut. Sebelum berangkat sang pujaan hati berpesan kepada pemuda tersebut agar dibawakan dua buah cindera mata dari negeri yang akan dituju si pemuda, satu untuk dia dan satu untuk sahabatnya. Permintaan sang pujaan hatipun dengan tanpa pikir diiyakan.

Tidak dimintapun pasti akan kubawakan sayang, batin sang pemuda. Namun ia tidak menyampaikan hal tersebut kepada sang pujaan hati.

Manusia memang tempatnya lupa, kepada siapapun janji dijanjikan tidak menutup kemungkinan janji tersebut terlupa. Sang pemuda baru ingat janjinya setelah kapal yang akan membawanya berlayar pulang ke negerinya mengangkat sauh. Continue reading “(Hanya)”

“Percayalah Bu”

“Percayalah Ibu…”
“Dia dulu tidak seperti ini”
“Dia dulu tidak seperti itu”
“Ayolah Bu…”
“Dia dulu tidak begini dan begitu”
“Dia…..”
“Dia berubah”
“Anakku, percayalah….kamu sekarang lebih mengenalnya”

Tentang Dia Yang Datang

Saat itu aku berharap waktu membeku saja.

“Terima kasih ya…” tanpa kusadari, kita sudah sampai di depan gerbang hijau. Selama dalam perjalanan kami, aku terlalu sibuk memilah gambar-gambar yang ingin aku simpan dalam memoriku. Aku terlalu sibuk memikirkan kata-kata, kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf apa yang akan kutuliskan dalam jurnal harianku yang password-nya adalah nama dia, seperti password email-ku, password komputerku. Aku terlalu sibuk memikirkan siapa yang akan memerankannya nanti, siapa yang akan memerankanku nantinya, siapa yang akan memerankan teman-temanku sebagai pemeran pembantu dalam film-filmku, yang transkripnya tak pernah/belum sempat kutuliskan. Aku terlalu sibuk berharap dan berdoa agar saat itu waktu membeku saja, saat aku bersama dia.

“Ya.”

Waktu mencair begitu saja.

Okay,…sampai jumpa.” Tidak berani Continue reading “Tentang Dia Yang Datang”

ALS

“Jadi kau menyukainya?”

“Siapa?”

“Kenapa kau berpikir kalau aku bertanya tentang seseorang?”

“Ayolah Bu, jangan mempermainkanku lagi.”

“Baiklah, jadi benar kau sedang memikirkan dia.” Continue reading “ALS”

[EF#13] My Sports’s Timeline

I am a procrastinator.

Homework or studying for the exams, I rarely did it soon after the teacher gave me or taught me. I, most of the time did my homework in the day that I should collect it, just right before going to the school. So that’s the reason I often running to the school when I was in the elementary so I would not be late, moreover I was inspired by The Flash. So I did run, to the school, to the shop, to the toilet, to the yard and to the you name it. I never thought about a healthy life that time, I did it because it was fun, I felt like I can fly for a half second when I was running. Unfortunately, I finished in the second or third (I can’t remember it) place in an inter-school match, after that I had not done it as much as before anymore. But I kept on playing seasonal Badminton and swimming in the river 😀

flash

During the High School, I rode Continue reading “[EF#13] My Sports’s Timeline”

Ibunya Tersenyum

“Aku tidak akan tersenyum lagi!” pemuda itu berkata kepada ibunya

ibunya tersenyum,

“Kenapa ibu tersenyum?” tak ada jawaban yang keluar dari mulut ibunya

ibunya tersenyum,

“Ibu,”

“Senyum membuat mereka marah!”

“Senyum membuat mereka gila!”

“Senyum membuat mereka besar kepala!”

“Senyum membuat aku sesak!”

“Senyum membuat aku miris!”

“Senyum membuat aku menangis!”

Ibunya tersenyum,

“Kenapa Ibu masih tersenyum?”

Ibunya tersenyum dan menjawab,

“Ibu tidak akan menangis lagi!”

Belum

Aku tidak tahu,
bagaimana gambar terakhir dari cerita kehidupanku.

Kertas coretanku ada beberapa lembar
dan di dalamnya ada beberapa daftar tunggu
yang harus aku kerjakan

Menit menitku kadang berlalu dari lembar satu ke lembar yang lain

Hanya berpindah-pindah tergantung isu kekinian,
atau hanya pengalihan dari satu ke yang lainnya untuk menenangkan hatiku

Karena saat ini ada beberapa hal yang tidak bisa menunggu,
Kertas coretanku harus ku tinggal satu
yang lainnya biar menjadi abu
tapi rasanya sayang, dan aku masih bingung
yang mana harus kupilih satu

Ini bukanlah sesuatu yang harus dipilihkan oleh ibu
tentulah ia akan memilih yang paling kecil
itu sudah tentu,
Karena aku bocah kecilnya selalu

jadi semua tergantung padaku,
bukan banyaknya kancing bajuku
juga bukan tentang takdir yang akan menjemputku
tapi tentang aku yang mendatanginya

Hujan

Aku mendegar suara hujan
itu selalu indah
itu selalu menyenangkan
dan selalu sama kapan dan di manapun
pada hujan kutitipkan kenangan untuk disimpan
tidak hanya tentang mu, tentang mereka, tentang dia, tapi juga tentang ku

Jika kau lihat aku berdiri di depan pintu atau duduk di belakang jendela,
menatap bisu hujan yang turun, tolong jangan ganggu aku
aku sedang menikmatinya
saat itu mungkin kau akan melihat ku meneteskan air mata,
atau tertawa

Jika kau tidak melihatku di sana berarti ada kenangan yang sedang aku simpan
tidak hanya tentang mu, tentang mereka, tentang dia, tapi juga tentang ku

Aku mendegar suara hujan
itu selalu indah
itu selalu menyenangkan
di sini atau di sana
sekarang atau esok
masih dan akan selalu sama

Memiliki Penyesalan

Saat malam menyelimuti gunung dengan awan
Seorang gadis merengkuh malam
Mengantarkan penyesalannya berlayar untuk berlabuh di dermaga-dermaga seluruh dunia
Dia berharap akan menemukan seorang saudagar yang mau dibayar untuk membeli seluruh penyesalannya, walaupun dia telah membelinya dengan harga yang sangat mahal

“Sungguh, sungguh” dia berkata lirih

“Aku tak ingin dia lagi, aku tak ingin dia ada” dia berkata saat tak ada yang mau membelinya dari gadis tersebut.

Isak tangis, air mata, dan sesenggukan berusaha menenangkannya

Penyesalan mulai berbicara

“Kenapa kau begitu membenciku?, bukankah setiap orang memilikiku”

Hei

Hei..

Kau tahu?

Saat lereng merapi diselimuti kabut senja nan putih

Saat kau meninggalkanku pulang,

dan memberiku senyum manismu,

Aku menyimpannya..

Teruskanlah puisinya indah

Puisinya indah
seperti suara klarinet saat menyanyikan “Ode An Die Freude”
membuatku hanyut beberapa centimeter menjauhi bumi
hingga bayangan berpisah dengan tubuhku

Puisinya indah
mengalir ke setiap pori
menyelimuti rasa

Puisinya indah
tidak biasa sebagaimana biasanya
seperti melihat sebuah kota di dalam samudra Hindia

Puisinya indah
menggelitik kakiku
membuatku ingin melompat-lompat

Puisinya indah
mengarungi hatiku dengan kapal makna
meriak-riak darahku dengan dayung syairnya

Puisinya indah
Mendesir-desir jantungku

Puisinya indah…

teruskanlah…

Pakansi

Beristirahat sejenak dari sepi

mencari sinonim-sinonim

antara

aku dan saya

aku dan kamu

aku dan dia

aku dan daftar panjang tentang siapa lagi.

Membalik halaman buku yang pernah ku baca,

mengorek saku celana,

memeriksa lipatan kain,

jika ada recehan atau koin waktu yang tertinggal di sana

yang masih bisa aku gunakan

untuk mengembalikan waktu yang pernah kupinjam.

Aku ingin,

besok sepi lagi,

mengingat lagi

suara-suara

wajah-wajah

yang seharusnya tak bisa dilupakan,

menuliskan

apa-apa yang tak bisa aku lakukan

apa-apa yang tak bisa aku katakan.

Tentang Hari Ini

Aku berhenti berjalan, berhenti di antara utara dan timur

di tengah-tengah taman yang berada dalam jeruji pikiran

menepati janji dengan seorang teman

dengan segelas minuman yang aku racik sendiri dari buah-buahan di taman ini.

Seseorang yang aku senangi

itu membuatku ingin membawakannya sesuatu

senang ketika aku tahu ada seseorang yang mendengarkan ceritaku tentang hari ini.

Aku berhenti berjalan, berhenti di antara utara dan timur

di tengah-tengah taman yang berada dalam jeruji pikiran

menepati janji dengan seorang teman

dengan segelas minuman yang dijanjikannya untukku.

Seseorang yang aku senangi

selalu membawakan sesuatu, walaupun tak ada sesuatupun dariku

senang mendengar ceritanya

Bercerita tentang rahasia langit dan laut yang selalu kelihatan bersama

dan makhluk-makhluk Tuhan yang bersenda dan bergurau di antaraNya.

Aku menyuruhnya untuk mencicipi minuman itu

mungkin tidak enak, ucapku

Tapi dia selalu menghabiskannya seperti

menghabiskan cerita-ceritaku tanpa sisa

Bercerita tentang rahasia langit dan laut yang selalu kelihatan bersama

dan makhluk-makhluk Tuhan yang bersenda dan bergurau di antaranya.

Dia memintaku untuk mencicipi minuman itu

mungkin tidak enak, ucapnya

itu benar, tapi selama itu darinya, aku akan selalu menghabiskannya seperti

menghabiskan cerita-ceritanya dengan lahap

Di antara ceritaku

biasanya aku berhenti sejenak untuk bertanya

apakah ceritanya indah

setelah dia mengangguk dan berkata teruskan

aku akan kembali melanjutkan

Di antara ceritanya

biasanya dia berhenti sejenak untuk bertanya

apakah ceritanya indah

setelah aku mengangguk dan berkata teruskan

dia akan kembali melanjutkan

Kadang aku menawarkannya

untuk mengulangi cerita dulu atau cerita tentang esok, saat kurasa cerita hari ini tidak menggigit.

Dia menolaknya, satu-satunya kesempatannya menolak

Kadang dia menawarkanku

untuk mengulangi cerita dulu atau cerita tentang esok, saat dia rasa cerita hari ini tidak menggigit.

aku menolaknya, satu-satunya hal yang selalu aku tolak

Saat aku selesai bercerita

aku menatap dalam-dalam wajahnya

membaca semua yang tersembunyi dalam matanya

apakah dia mengerti? aku selalu mengajukan pertanyaan dalam hatiku yang tak pernah aku ajukan padanya

kemudian menutup ceritaku dengan kalimat yang selalu sama

mungkin tidak sebagus kemarin,

mungkin esok tidak lebih bagus,

Saat selesai bercerita

dia menatap dalam-dalam wajahku

aku memeperlihatkan semuanya tanpa ada yang kusembunyikan

apakah aku mengerti? dia selalu bertanya-tanya dalam pandangannya

saat demikian aku selalu memberikan jawaban yang tak pernah didengarnya, tidak satupun aku mengerti, selama itu keluar darimu, dengan senang hati aku mendengarkanmu

kemudian menutup ceritanya dengan kalimat yang selalu sama

mungkin tidak sebagus kemarin,

mungkin esok tidak lebih bagus,

setelah itu aku berkata

lebih bagus dari kemarin

besok akan lebih baik

Senang saat ada seseorang

mendengarkanku bercerita

tentang hari ini.

Belajar, Terus Mau Apa Lagi?

knigi-obekty-22796Ini sebenarnya hanya untuk memancing rasa malas belajar karena banyak hal untuk keluar atau pergi jauh-jauh dari dari kepala ini dan sebagai pengingat buat diri sendiri yang sulit sekali untuk belajar. Sungguh rasanya berat sekali untuk mengerjakan tugas yang sama sekali tidak dimengerti, harus belajar lagi apalagi itu sulit ditambah lagi rasa malas yang selalu datang hampir setiap saat.

Setelah dipikir-pikir, tentu saja belajar itu sulit karena yang melakukan hal ini cuma orang bodoh (baca belum tahu) bukan orang pintar (yang sudah tahu). Kalau orang yang sudah tahu tentunya tidak perlu belajar lagi hal yang sudah diketahuinya, kalau belajar lagi, yaaaa…. buang-buang waktu, energi dan buang-buang macam-macam.

httpwallpaper.mob.orggallerytag=books

Belajar itu memang sulit, lalu mau apa lagi?? Ya…sulit lah namanya juga belajar sesuatu yang tidak diketahui.

Lalu?? jangan takut belajar, jangan takut dengan pikiran akan dibilang bodoh karena belum tahu, kalau ada yang bilang seseorang bodoh karena dia belum tahu, berarti dia yang belum tahu (baca bodoh).

Apa lagi?? Jangan takut salah, wajar kan kalau orang belum tahu melakukan kesalahan.

Terus??!! Banyak kok artikel-artikel bagus di internet, yang bisa membuka pikiran, menumbuhkan, memicu, motivasi untuk belajar akan tetapi tetap saja untuk menjaga motivasi itu tetap tumbuh butuh usaha sendiri.

Jadi?? Ya belajar, terus mau apa lagi?!!

Sumber gambar

Suara hati yang benar-benar di dalam hati

Suatu pagi ketika sedang menunggu antrian dokter di rumah sakit, seorang nenek tiba-tiba bertanya.

“Apakah ini ruangan dokter Juliana?” sambil melihat sekilas ke pintu di depan tempat menunggu dan setelah membaca semua nama dokter yang tertera di depan pintu tersebut dan memastikan tidak ada nama Juliana.

“Bukan.” Lalu asyik lagi dengan telfon, tiba-tiba notifikasi, Sofi reply your comment tentang kue pudingnya. Bersamaan dengan itu si nenek bertanya lagi. Continue reading “Suara hati yang benar-benar di dalam hati”

Media Tidak Membalasnya

Pikiranku kembali berputar-putar di masa lalu, ketika itu kami masih sama-sama pengurus BEM Fakultas Kedokteran. Aku sama sekali tak pernah bisa menjelaskan kenapa setiap bergabung dengan organisasi apapun semenjak di sekolah menengah pertama selalu kebagian menjadi anggota seksi perlengkapan, kesekretariatan atau departemen atau bagian yang berhubungan dengan salah satu dari dua hal tersebut. Dari dulu, selalu saja berakhir di sana.

***

Lebih jauh melihat kebelakang, tiga tahun sebelumnya. Saat itu malam “operasi” malam keakrabannya fakultas setelah kita diospek selama kurang lebih enam bulan. Mulai dari malam itu kami semua boleh menggunakan nama kami yang telah tertulis di akte kelahiran kami lagi. Saat ospek hanya kami berdua yang diberi label nama yang sama “alien” dia alien satu dan aku alien dua, selebihnya mempumyai nama yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Menurutnya aku plin-plan, ragu-ragu Continue reading “Media Tidak Membalasnya”

Unfall

fall, fall, fall

fall, fall, fall

fall, fall, fall

UNFALL!

fall, fall, fall

fall, fall, fall

fall, fall, fall

UNFALL!!

fall, fall, fall

fall, fall, fall

fall, fall, fall

UNFALL!!!

Puisi-Puisi Pengganti Lagu

Puisi-puisi pengganti lagu yang ditulis semalam belum basi

belum berjamur walaupun sedikit bau

masih bisa kusuguhkan untuk sarapan pagi

Pagi-pagi, pagi sekali, tapi rasanya tidak akan bertahan sampai siang

rasanya sekarang agak sedikit kecut, asam

seperti wajahku pagi ini, kusut, masam

tidak seperti semalam.

 

 

Tentang Seseorang Yang Menulis

Setiap muslim tahu bahwa ayat pertama yang turun adalah “Bacalah”.

Membaca merupakan sesuatu yang sangat penting, walaupun mengetahui betapa pentingnya hal tersebut, saya sendiri masih sering melewatkan hari tanpa membaca.

Bagi saya membaca adalah baru sekedar suatu kegiatan mencari tahu karena tidak tahu, belum menjadi suatu Continue reading “Tentang Seseorang Yang Menulis”

Pria Yang Di Bawah Matanya Ada Lingkar Hitam

Pria itu hitam legam, sehari-hari dia bekerja sebagai penjaga perpustakaan daerah di kota ini.

Nenekku mulai bercerita.

Setiap aku berangkat ke sekolah aku selalu bertemu dengan pria hitam itu dan setiap itu pula terlintas dalam pikiranku apa maksud Tuhan menciptakan dia dengan warna kulit seperti itu di negeri kami yang semuanya berkulit kuning langsat dan kalau pun hitam, itu tidak legam seperti Continue reading “Pria Yang Di Bawah Matanya Ada Lingkar Hitam”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: