Circadian Rhythm

Advertisements

Rindu Rinda

“Sibuk? Boleh cerita sesuatu?” Aku meneruskan melukis, bilang tidak pun dia tetap akan masuk ke kamarku dan bercerita selama berjam-jam. Kadang aku berfikir tidak ada salahnya, dia bisa sibuk dengan ceritanya dan aku dengan lukisanku. Akan tetapi pada saat-saat tertentu sering merasa kesal juga, apalagi saat dia tiba-tiba bertanya disaat aku sedang tidak ingin berbicara.

Aku: Kabarnya baik kan?

Dia: Dita?!! Random amat hahahah, kabar baik nih sangat baik, semuanya selesai sesuai deadline, kamu apa kabar?

“Begitu kira-kira pesannya,..” Dita tiduran telentang di Continue reading “Rindu Rinda”

Peckish

I am feeling peckish
Are You?
I am, come on spill the beans
a a not
not a sausage
hm.. no not a sausage
ah that’s long
it is

Melankoli Meloni

Meloni sungguh begitu
Melankoli mu berliku

Mabuk angan angan
Main sembarangan

Sembunyi melankoli
Sembunyikan meloni

Just For A While

 

Someday that I’m waiting for
is really far away
Someday I would never meet
if I’m giving up today

take me out to see the world
if it could encourage me
leave me in a deep dark where
nothing I can see

so I’m not gonna be the one who turn my back
when something hard for me
I’m not gonna be the one who lose his faith
when they show their back to me

and leave me
don’t you ever dare to wait me
and leave me
if you ever really love me

I’m gonna find my only journey
I’m gonna find my self a way
I’m gonna get my arms in ready
I’m gonna keep my head in cool

Just for a while
Just for a while
Just for a while
Just for a while….

you’re gonna leave me
you’re gonna leave me
you’re gonna leave me
leave me
leave me

Just for a while
Just for a while

Someday that I’m waiting for
is full of misery
Someday that I’m waiting for
it hides inside of me

“Percayalah Bu”

“Percayalah Ibu…”
“Dia dulu tidak seperti ini”
“Dia dulu tidak seperti itu”
“Ayolah Bu…”
“Dia dulu tidak begini dan begitu”
“Dia…..”
“Dia berubah”
“Anakku, percayalah….kamu sekarang lebih mengenalnya”

Untuk Kamu

Kamu senyum padaku
Begitu dekat
Duduk di dekatku
Begitu dekat
Kenapa tidak di sana
Begitu dekat
Kamu
Begitu dekat
Di sana ada bangku kosong
Begitu dekat
Aku bisa mencium wangi rambutmu
Begitu dekat
Semua tertawa dengan leluconmu
Begitu dekat
Aku tidak bisa tertawa pun berkata
Begitu dekat
Senyum yang
Begitu dekat, begitu dekat
Wangi yang
Begitu dekat, begitu dekat, begitu dekat
Menyitaku
Begitu dekat, begitu dekat, begitu dekat, begitu dekat
Kamu pakai sampo apa?

Zdravo

Zdravo, Beograd

Zdravo…!!! That’s one of the ways how people say “Hello” in Serbian and this is my answer to this week’s photo challenge.

Read more

Read

I wish I read more in anyway