Melankoli Meloni

Meloni sungguh begitu
Melankoli mu berliku

Mabuk angan angan
Main sembarangan

Sembunyi melankoli
Sembunyikan meloni

Advertisements

Focus

You are
IMG_9075Out of focus

You ended up
IMG_9071.jpg dMaking an order of a buy new one

 

 

 

 

 

 

Friend

Na

Friend ?

Evanescent

IMG_8662

Evanescent

Wanderlust

wanderlust

wanderlust

Just For A While

 

Someday that I’m waiting for
is really far away
Someday I would never meet
if I’m giving up today

take me out to see the world
if it could encourage me
leave me in a deep dark where
nothing I can see

so I’m not gonna be the one who turn my back
when something hard for me
I’m not gonna be the one who lose his faith
when they show their back to me

and leave me
don’t you ever dare to wait me
and leave me
if you ever really love me

I’m gonna find my only journey
I’m gonna find my self a way
I’m gonna get my arms in ready
I’m gonna keep my head in cool

Just for a while
Just for a while
Just for a while
Just for a while….

you’re gonna leave me
you’re gonna leave me
you’re gonna leave me
leave me
leave me

Just for a while
Just for a while

Someday that I’m waiting for
is full of misery
Someday that I’m waiting for
it hides inside of me

Time Never Stops Surprising Me

Time Never Stops Surprising Me

I’ve got my camera back and time never stops surprising me

WPC : Security

IMG_20170408_184721

I have no idea for challenge this week

Jinx

JinxIt was my first time being at a concert, it was fun, great sound, the atmosphere, the dense light and I took some pictures as souvenirs. I almost forgot, it was Jinx‘s, a band from Croatia.

“Percayalah Bu”

“Percayalah Ibu…”
“Dia dulu tidak seperti ini”
“Dia dulu tidak seperti itu”
“Ayolah Bu…”
“Dia dulu tidak begini dan begitu”
“Dia…..”
“Dia berubah”
“Anakku, percayalah….kamu sekarang lebih mengenalnya”

How about yellow?

It is easy being green! How about yellow?

Yellow

Untuk Kamu

Kamu senyum padaku
Begitu dekat
Duduk di dekatku
Begitu dekat
Kenapa tidak di sana
Begitu dekat
Kamu
Begitu dekat
Di sana ada bangku kosong
Begitu dekat
Aku bisa mencium wangi rambutmu
Begitu dekat
Semua tertawa dengan leluconmu
Begitu dekat
Aku tidak bisa tertawa pun berkata
Begitu dekat
Senyum yang
Begitu dekat, begitu dekat
Wangi yang
Begitu dekat, begitu dekat, begitu dekat
Menyitaku
Begitu dekat, begitu dekat, begitu dekat, begitu dekat
Kamu pakai sampo apa?

Zdravo

Zdravo, Beograd

Zdravo…!!! That’s one of the ways how people say “Hello” in Serbian and this is my answer to this week’s photo challenge.

Read

I wish I read more in anyway

Brankov Most

The Road Taken, WordPress Photo Challenge

Tentang Dia Yang Datang

Saat itu aku berharap waktu membeku saja.

“Terima kasih ya…” tanpa kusadari, kita sudah sampai di depan gerbang hijau. Selama dalam perjalanan kami, aku terlalu sibuk memilah gambar-gambar yang ingin aku simpan dalam memoriku. Aku terlalu sibuk memikirkan kata-kata, kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf apa yang akan kutuliskan dalam jurnal harianku yang password-nya adalah nama dia, seperti password email-ku, password komputerku. Aku terlalu sibuk memikirkan siapa yang akan memerankannya nanti, siapa yang akan memerankanku nantinya, siapa yang akan memerankan teman-temanku sebagai pemeran pembantu dalam film-filmku, yang transkripnya tak pernah/belum sempat kutuliskan. Aku terlalu sibuk berharap dan berdoa agar saat itu waktu membeku saja, saat aku bersama dia.

“Ya.”

Waktu mencair begitu saja.

Okay,…sampai jumpa.” Tidak berani Continue reading “Tentang Dia Yang Datang”

A Good Match, weekly photo challenge

A Good Match, Yugoslavia

A Good Match, made in Yugoslavia

 

Pakt

Pohon cemara
kenapa kamu menangis?
bukankah dingin sudah berlalu,

bukankah kau ingin bercerita padaku mengenai siapa yang mendapatkan cintamu?
akankah kau tunda lagi?
dan kembali berkisah tentang barat dan timur yang bertemu di utara?
aku sudah bosan dengan itu.

Aku ingin mendengar ceritamu,
bagaimana kau mencoba berkelakar beberapa tahun ini,
apakah kau berhasil?

ketika kau datang dan pulang kembali
seperti yang Tuhan katakan
aku Continue reading “Pakt”

Dialogue dan Rivai.

2:36 pm, koridor Gedung D.

Dia   : Besok apa..?

Lo     : Medan, kontrol..

Gue : Oh.. Laplace…, tadi Matek, kalian gimana?

Lo     : C+, cukuplah.

Dia   : B, Cuma satu soal ga selesai.

Lo     : Nanti malam, di tempat lo?!!

Gue : Boleh, lo?

Dia   : Pukul tujuh?

Gue : Okay!

Lo     : Sip!!

8:17 pm, kosan Gue. Continue reading “Dialogue dan Rivai.”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: