Avala

Minggu lalu ke Avala, ini foto-fotonya. Ah lupa foto gerbangnya

1

Ini setelah gerbang, mulai ke arah jalan pejalan kaki,gerbang di belakang saya

 

2

Rumah, Jalan Avala 81

 

3

Pejalan kaki mulai dari sini, yang pake kendaraan ke kiri, mestinya landscape ya biar kelihatan jalannya

Continue reading “Avala”

(Hanya)

Di suatu masa, hiduplah seorang pemuda. Pemuda tersebut mempunyai seorang pujaan hati dan telah berniat dalam waktu dekat untuk melamar kemudian menikahinya. Selama ini hubungan mereka berjalan dengan baik, tidak pernah satu kalipun mereka bertengkar ataupun bersedih.

 

Suatu waktu sebelum menyampaikan niatnya, pemuda tersebut ditugaskan oleh atasannya berangkat ke negeri lain untuk mengurus barang dagang dan beberapa urusan dagang lainnya sebagai wakil atasannya tersebut. Sebelum berangkat sang pujaan hati berpesan kepada pemuda tersebut agar dibawakan dua buah cindera mata dari negeri yang akan dituju si pemuda, satu untuk dia dan satu untuk sahabatnya. Permintaan sang pujaan hatipun dengan tanpa pikir diiyakan.

Tidak dimintapun pasti akan kubawakan sayang, batin sang pemuda. Namun ia tidak menyampaikan hal tersebut kepada sang pujaan hati.

Manusia memang tempatnya lupa, kepada siapapun janji dijanjikan tidak menutup kemungkinan janji tersebut terlupa. Sang pemuda baru ingat janjinya setelah kapal yang akan membawanya berlayar pulang ke negerinya mengangkat sauh. Continue reading “(Hanya)”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: