Pakt

Pohon cemara
kenapa kamu menangis?
bukankah dingin sudah berlalu,

bukankah kau ingin bercerita padaku mengenai siapa yang mendapatkan cintamu?
akankah kau tunda lagi?
dan kembali berkisah tentang barat dan timur yang bertemu di utara?
aku sudah bosan dengan itu.

Aku ingin mendengar ceritamu,
bagaimana kau mencoba berkelakar beberapa tahun ini,
apakah kau berhasil?

ketika kau datang dan pulang kembali
seperti yang Tuhan katakan
aku menunggumu dengan sekuntum rindu
dan sejuta rasa abu-abu

kita akan saling menyeka penat
bercerita tentang ragu-ragu dahulu
oh senyum mu

oh senyum mu
melumatku malu-malu

aku terantuk-antuk karena gelap dan kantuk
kepalaku memukul awang-awang

lalu, ayo kita perankan episode selanjut
sebelum aku tertidur, mari kita habiskan cerita
kita semua rahasia

oh tidak, tidak mataku tidak sekuat hatiku
mari putuskan untuk simpan hingga saat ini saja, besok kita lanjutkan

bukankah esok kau masih di sini?

Advertisements

6 thoughts on “Pakt

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s