Oh.

Daun, oh daun

kenapa jatuh lagi

baru saja kembali

kenapa pergi lagi

embun, oh embun

kenapa sudah pagi

baru saja mimpi

kenapa bangun lagi

kosong, oh kosong

kenapa habis lagi

baru saja isi

kenapa hampa lagi

bohong, oh bohong

kenapa kotor lagi

baru saja suci

kenapa hina lagi

diam, oh diam

kenapa sunyi lagi

baru saja hati

kenapa sedih lagi

malam, oh malam

kenapa redup lagi

baru saja pasti

kenapa kabur lagi

Oh.

Advertisements

13 thoughts on “Oh.

  1. Yuk mempertahankan yang bagus-bagus dan membuang yang jelek-jelek, Mas :haha tiba-tiba saja kepengin nulis ini :hihi. Ini puisi yang sangat kontemplatif, apalagi timing-nya pas, menjelang akhir bulan puasa, kayak semacam peringatan saja sih, “Di bulan puasa sudah bebersih, masa setelah Lebaran tingkah laku masih kotor lagi, sih?” :hihi. OK, I think I got the point Mas :haha.

    Liked by 1 person

    1. juga kurang paham Feb maksudnya, kayanya begitu, tapi waktu nulisnya lebih mentingin kata-katanya, dan sepertinya susunannya enak begitu, jadi artinya suka-suka aja 😀 hihihihihi

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s