Dr. Asrul, M.Sc.

Ceritanya begini, alkisah hiduplah seorang pemuda bernama Asrul. Dia adalah seorang supir bus antar kota di Sumatera Barat. Suatu hari, bus yang dikendarainya di tumpangi oleh seorang camat yang waktu itu berangkat tugas dinas ke kota Padang.

Asrul adalah pemuda yang sopan, tidak seperti sebagian besar supir bus lain dia mengnedari bus tidak ugal-ugalan, selalu ramah kepada setiap penumpang dan tidak segan menghardik kondektur yang ikut bersamanya jika ia mendapati kondektur tersebut berlaku tidak sopan atau berbicara kasar di dalam bus. Si Bapak Camat ini senang dengan prilaku Asrul oleh karena itu setiap dia ada tugas ke Padang dia selalu menunggu bus Asrul.

“Waang nio baok oto den Srul 1?” Suatu hari bapak itu bertanya kepada Asrul sekembalinya dari Padang.

“Waden alun abeh baok oto lai doh, malakik den lanca, ang tolong lah maanta-antaan den lu. Baa gak ati2?”

“Jadih Pak3.” Asrul langsung menjawab tanpa berpikir panjang.

***

Sampailah akhirnya berakhir masa jabatan bapak itu sebagai Camat karena dia diangkat jadi Walikota.

“Awak sanang bakarajo jo Apak, tapi ado taraso di hati nandak mancubo parantauan6.” Itulah kalimat terakhir yang keluar dari mulut Asrul saat berpamitan sebelum berangkat merantau ke Jakarta.

Dia merasa gajinya yang sekarang memang sudah lebih dari cukup untuk dirinya sendiri, dan tentunya akan lebih besar jika dia menjadi supir walikota. Akan tetapi adiknya yang paling kecil dan yang paling besar sebentar lagi akan duduk di bangku smp dan kuliah dan itu akan membutuhkan lebih banyak biaya. Sementara penghasilan bapaknya perbulan hanya cukup untuk dapur. Oleh karena itu dia memutuskan untuk merantau ke Jakarta, dengan harapan untuk penghasilan yang lebih baik.

Kuli, kaki lima, toko semipermanen, toko permanen sampai mempunyai bebecara toko permanen. Berkat kegigihannya semua tahap tersebut dilalui oleh Asrul dalam jangka waktu lima tahun dan di tahun keenam dia berencana akan mempersunting seorang gadis Minang yang saat itu sedang kuliah di Jakarta dan sedang di semester akhir.

Bulan yang di nanti akhirnya datang, si gadis selesai kuliah dan siap untuk menikah. Asrul segera memberi kabar ke kampung.

“Jadi, Amak jo Abak jo nan ka barangkek nyo? Adiak-adiak ndak nio ka mari?5

“Jo sia jawi ka ditinggaan6?” Bapaknya menjawab singkat pertanyaan Asrul tersebut, saat dia menelpon ke kampung.

***

“Lah di ma Abak? lah di Tabiang7?”

“Alah8.”

***

Asrul tinggal di salah satu komplek perumahan dosen di Depok. Semenjak masuk komplek perumahan tersebut Abaknya tidak henti-hentinya membaca satu-persatu nama yang tertera di depan pintu masing-masing rumah tersebut. Dan Amaknya selalu bertanya jika rumahnya masih jauh karena dia masih merasa aneh setelah turun dari pesawat dan ingin tidur atau berbaring sejenak. Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah bercat putih dengan pintu bercat coklat tua, di bagian depan rumah tertera nama Dr. Asrul, M.Sc.

Amak dan Abaknya terkejut melihat hal tersebut.

“Yuang, baa kok ndak pernah ang bacarito kalau waang sikola di siko9?” Amaknya bertanya.

“Tapi, kalau dotor ko lamo sikolanyo mah, waang den ituang-ituang baru anam tahun di siko10?!” Abaknya berkata dengan bingung.

Advertisements

19 thoughts on “Dr. Asrul, M.Sc.

      1. Hahahaha, Iyooo, Dani bener lo tante Mikan 😛

        Bener sotoy hihihihi, maaf ya Dan, ini segera minta maaf biar gentle seperti yang dibilang tante Mikan di postingannya :7

        Tapi sekarang serius, bukan hanya luar minang bahkan orang minang sendiri sering bilang mereka dari padang padahal dari bukittinggi, payakumbuah, pariaman itd, dan mereka bilang mereka ngomong padang yang lebih tepatnya menurut daku ngomong minang, sama halnya ga ada yang bilang bahasa medan, bahasa bandung, bahasa jogja itd.

        Wuih panjang,.. Salam dari Dr. Asrul M.Sc. 🙂

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s