Teruskanlah puisinya indah

Puisinya indah
seperti suara klarinet saat menyanyikan “Ode An Die Freude”
membuatku hanyut beberapa centimeter menjauhi bumi
hingga bayangan berpisah dengan tubuhku

Puisinya indah
mengalir ke setiap pori
menyelimuti rasa

Puisinya indah
tidak biasa sebagaimana biasanya
seperti melihat sebuah kota di dalam samudra Hindia

Puisinya indah
menggelitik kakiku
membuatku ingin melompat-lompat

Puisinya indah
mengarungi hatiku dengan kapal makna
meriak-riak darahku dengan dayung syairnya

Puisinya indah
Mendesir-desir jantungku

Puisinya indah…

teruskanlah…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s