Lalu

Lalu kau menyalahkannya
Lalu kau menyalahkan kenapa takdir itu tak pernah bersamamu

bukankah itu yang ingin kau lihat
bukankah cahaya indah itu yang ingin kau lihat
lalu kenapa kau tidak pernah setia bersamanya
kenapa kau merebahkan diri dan tidur saat gelap menerpa cahayamu
kenapa kau tidak setia menjaga api cahaya itu
mengapa kau tidak ada di sana menjaganya dari gelap yang kelam hitam begitu pekat yang membuatnya tenggelam

bukankah hangat itu yang ingin kau rasakan
lalu kenapa kau menjauh pergi saat api itu mulai kedinginan
lalu kenapa kau tidak setia menjaga api itu
kenapa kau tidak bercengkerama dengannya jika kau benar-benar menyayanginya
kenapa tidak kau iringinya layaknya waktu yang selalu mengiringimu
Lalu kenapa tidak kau genggam tangannya hangat dan berjalan dengannya

kenapa kau biarkan padam
lalu kau menyalahkannya
lalu kau menyalahkan kenapa hangat itu tidak pernah bersamamu
lalu kenapa kau menyalahkan kenapa takdir itu tak pernah bersamamu

lalu
dan semuanya berlalu
kapal-kapal berlalu
kau duduk termanggu
sendu

lalu
kau berharap pada waktu
untuk menyelesaikan kesalahanmu
berharap pada kemarin-kemarin dulu
menunggu hari-hari yang telah berlalu

lalu
jemu dan bosan menunggu
kau berharap pada esok-esok yang semu
hah… jika saja kau punya waktu

lalu
lihat itu
berlalu

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s