Perempuan Semu

Perempuan semu ku

dia memakai sepatu kets hitam putih kesukaanku

dia menjadi semu saat aku mengenakan putih abu-abu

Kita pernah bertemu

saat di bus dia tertidur, duduk di depanku

mulutnya terbuka

dia menelan ludah, mulutnya bergerak-gerak

bagiku itu sesuatu seperti,

“Apa kabar mu?”

“Baik” jawabku

Mulutnya terbuka lagi, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu

Aku berkata lebih dahulu,

“Di sini tempat perhentianku”

Dia menggoda,”Tidakkah kau mau turun bersamaku?”

Itu adalah tawaran yang ku tunggu-tunggu,

“Tidak” jawabku

“Jalanku di sini, kita akan bertemu”

“Bagaimana kau tahu?”

“Aku hanya ingin, aku tidak tahu”

“Kenapa kau bilang begitu?”

“Kau perempuanku, sampai ketemu”

“Tidakkah kau ingin tahu nama ku?”

“Tidak perlu”

Dia hanya mengangkat bahu.

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Perempuan Semu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s