Menjadi Tua

Aku tidak pernah berfikir sebelumnya tentang menjadi tua, hal ini tiba-tiba saja melintas dalam benakku

Sore itu ketika melihat ke sebuah rumah , aku melihat seorang Kakek di beranda rumahnya sedang mencukur jambang di pipinya. Dia duduk persis menghadap ke jalan raya tempat kendaraan lalu lalang. Aku memperhatikannya selama beberapa detik, ketika itu dia sedang merapikan jambang di pipi sebelah kirinya yang dagingnya sedah kelihatan menggantung. Kemudian secara tidak sadar aku juga memegang pipi kiri dan daguku yang bekas cukurannya mulai terasa.

Di sepanjang perjalanan pulang aku berfikir, dan membayangkan wajahku akan seperti itu, tidak hanya wajahku mungkin seluruh tubuhku akan seperti itu jika saja aku sempat menjadi tua.

Aku mulai membayangkan wajahku ada di depan sebuah cermin, memegang pisau cukur dan mulai mencukur jambangku, dan sebelum mulai melakukan itu aku harus menarik pipiku terlebih dahulu agar tidak terluka, akan tetapi yang ada di depan cermin itu hanyalah aku yang sekarang bukan aku 30 atau 40 tahun kemudian, aku tidak pernah bisa membayangkan aku akan seperti apa, dan apakah sama rasanya antara saat aku melihat wajahku sekarang dengan saat aku melihat wajah tuaku nanti?

Advertisements

2 thoughts on “Menjadi Tua

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s