Oranye

Kau bilang, kau bukanlah orang yang mudah jatuh hati, seumpama pun demikian, kau akan menyimpannya, dalam sebuah kotak putih dalam sebuah malam bersalju terpanjang musim dingin di belahan utara bumi yang hanya akan kau dengungkan ke langit oranye

“Kau bilang”

Aku bilang, Kau bilang masih menyelipi sebagian pendapat-pendapatku, sekelumit suara-suara yang kukeluarkan dari mulutku, beberapa paragraf dari ujung penaku, menjadi pikiran-pikiranku

“Aku bilang”

Dia bilang, aku bilang masih berbilang, terlalu berbilang, terperangkap dalam bilangan-bilangan ganjil dan genap, persentase-persentase baku dalam kamus buatan

“Dia bilang”

Orang-orang bilang, dia bilang benar, dia bilang tidak, kadang tidak bilang hanya bertanya, bereufimisme, bertautologi, masih ada lagi

“Orang-orang bilang”

Kita bilang, orang-orang bilang sudah tidak muat lagi dalam keranjang, ambil saja buahnya biar aku yang pegang